|
Kesejahteraan
Dalam Perkawinan adalah
Bersama
sama mengucapkan syukur pada Allah yang telah mempersatukan anda
berdua
Bersama sama mengerti dan mengaku bahwa segala sesuatu yang telah
dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.
Dan ingatlah selalu bahwa sifat yang diinginkan partner anda adalah
cinta kasih dan kesetiaan.
Saling dahulu mendahului untuk membahagiakan
Sebagai
perwujudan atas peran serta dalam gereja local . Kami melibatkan
diri dalam kerasulan kategorial khususnya untuk keluarga . Retret
ini dinamakan Retret Tulang Rusuk . Nama retret ini di ilhami oleh
Kitab Suci Khususnya Perjanjian Lama , Kitab kejadian : " Ketika
ia tidur Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya , lalu
menutup tempat itu dengan daging . Dan dari rusuk yang diambil lalu
berkata kepada manusia itu : " inilah Dia Tulang dari tulangku
dan daging dari dagingku , Ia namakan perempuan sebab ia diambil
dari laki - laki " ( Kejadian 2 : 21 ) . Dari ayat ini muncullah
motto retret sebagai berikut :
Pria :
Inilah dia tulang dari tulangku , daging dari dagingku . Engkau
dinamai perempuan karena engkau diambil dari Rusukku .
Wanita :
Inilah dia aku bukan pembantu , aku bukan babu , aku penolongmu
yang sepadan . Aku dinamai perempuan karena aku diambil dari rusukmu
.
Dengan motto diatas mau mengatakan bahwa setiap pasangan harus saling
menghargai satu sama lain karena ke duanya memiliki derajat yang
sama .
Latar
Belakang Munculnya Retret
Tahun
1994 kami diutus oleh Serikat Sabda Allah ke Sydney , Australia
untuk mendalami Bahasa Inggris . Sebagai orang yang tertahbis dan
khususnya sebagai sebagai anggota Serikat Sabda Allah kami terpanggil
untuk melakukan tugas missioner kegembalaan seperti dikatakan dalam
konstitusi SVD No. 102 " Barang siapa menjadi anggota Serikat
kita , harus siap untuk pergi kemana saja pembesar mengutusnya guna
menunaikan tugas missioner kita , juga bila hal ini meminta ia meninggalkan
tanah air , bahasa ibu dan lingkungkungan kebudayaannya " .
Selain study kami menjadi pastor pembantu di Paroki Kingaroy .
Di Paroki
Kingaroy ini suatu kesempatan kami diminta oleh kelompok umat (
pasutri ) yang berasal dari Indonesia untuk menjadi pembimbing retret
mereka . Tujuan dan hasil retret yang di inginkan mereka yakni mempererat
dan memperteguh kembali tali perkawinan yang pernah di ikrarkan
pada waktu menerima Sakremen Perkawinan di depan altar suci . Waktu
itu retret dibuat sedemikian rupa dengan mendengarkan musik dan
lagu Rohani mengenai perkawinan . Tujuannya untuk membangkitkan
kembali kenangan / nostalgia mereka akan perkawinan suci yang telah
dilewati . Retret semacam ini kami adakan beberapa kali dan menurut
hemat kami ternyata cukup efektif . Para pasutri lewat musik dan
lagu dapat masuk ke dalam nostalgia hubungan mereka . Bukan hanya
hubungan antara berdua ( suami - istri ) tetapi juga hubungan dalam
keluarga ; anak-orang tua , orang tua-menantu dan sebagainya . Dalam
nostalgia tersebut tidak hanya hal yang indah saja yang muncul tetapi
juga luka batin yang mereka alami , pengaruh perubahan yang sedemikian
pesat di segala aspek kehidupan ekonomi , social , budaya yang menimpa
kehidupan keluarga .
Berangkat
dari pengalaman ini kami melihat bahwa nampaknya sebagian besar
masalah yang dihadapi umat di paroki dalam gereja local langsung
atau tidak langsung selalu berkaitan erat dengan keluarga khususnya
relasi dalam keluarga . Persoalan social - ekonomi politik selalu
membawa dampak positif / negatif bagi keluarga , khususnya dalam
relasi antar anggota keluarga . Karena itu menurut kami unsure relasi
dalam keluarga memainkan peran yang sangat penting , khususnya relasi
antar suami dan istri . Keluarga pertama - tama terbentuk karena
adanya komitmen dua orang manusia , pria dan wanita , untuk saling
setia sebagai suami - istri sampai akhir hayatnya . Dari relasi
suami - istri inilah kemudian dibangun relasi anak dengan orang
tua . Relasi anak dengan orang tua sebagian besar ditentukan oleh
keteguhan dan keharmonisan relasi ayah - ibu ( pasutri )
Contoh
: luka batin yang diderita seorang anak banyak sekali terjadi karena
orang tua ( relasi ayah - ibu yang kurang harmonis )
Untuk
itulah kami sebagai Anggota Serikat Sabda Allah merasa terpanggil
untuk menempatkan pelayanan keluarga , khususnya pasangan suami-istri
, sebagai kebutuhan yang cukup mendesak mengingat pasutri memegang
peranan vital dalam kehidupan gereja ( bdk. Konstitusi SVD No. 102.1
) karena itu setelah kembali ke tanah air dan mendapat tugas baru
sebagai ekonom , disela - sela rutinitas kesibukkan , kami berusaha
tetap menaruh perhatian pada pembentukan keluarga - keluarga Kristiani
sejati lewat retret ( bdk. Konstitusi SVD No. 109.1 ) Retret ini
telah kami mulai pada tahun 1995 kepada pasutri Jakarta .
Retret
Tulang Rusuk merupakan retret biasa , sama seperti retret - retret
lain yang dibuat orang , yakni mengambil waktu khusus menyepi dengan
tujuan melihat kembali seluruh perjalannan hidup , merenungkan dan
merefleksinya lalu membuat suatu niat yang baik untuk kehidupan
selanjutnya ke depan .
Retret pada umumnya
Retret
Tulang rusuk merupakan retret biasa , sama seperti retret - retret
lain yang dibuat orang , yakni mengambil waktu khusus untuk menyepi
dengan tujuan melihat kembali perjalanan hidup , merenungkan dan
merefleksinya lalu membuat suatu niat yang baik untuk kehidupan
selanjutnya ke depan .
Sasaran
dan Tujuan Retret Tulang Rusuk
Sasaran
Retret Tulang Rusuk adalah keluarga , khususnya pasangan suami-istri
. Mereka diajak kembali melihat ke belakang disaat mengucapkan janji
perkawinan di hadapan Allah , saksi dan sesama : " Baik dalam
untung dan malang , sakit dan sehat , kami tetap bersedia saling
mencintai sampai akhir hayat " Kenangan akan janji suci inilah
yang kami coba angkat dalam retret Tulang Rusuk. Caranya yakni dengan
memohon pertolongan Tuhan supaya mengutus dan membiarkan Roh Kudus-Nya
berkarya , membuka hati, membangkitkan dan menyadarkan kembali segala
sesuatu yang berhubungan dengan relasi emosional mereka ( nostalgia
kenangan indah, pahit, sakit, dst )
Kemudian
dari tahap ini mereka diajak untuk berani mengungkapkan perasaannya
secara jujur , apa adanya lewat pelbagai cara seperti : doa - doa
dan aktifitas lainya selama retret .
Dari
situ diharapkan bahwa kesulitan relasi suami istri terbuka lagi
dan kebekuan hati dan perasaan tercairkan , sehingga boleh mengalami
kedamaian dan kegembiraan . Dalam suasana kegembiraan dan kedamaian
ini mereka meneguhkan kembali janji setia perkawinan dan pembaharuinya
di hadapan Allah . Penekanannya pada peningkatan , perbaikan relasi
siritual - emosional . Dengan kata lain agar pasangan suami-istri
mengalami suatu penyembuhan spiritual didalam relasi kehidupan perkawinan
dan keluarganya atas dasar pergumulannya dengan firman dan sentuhan
Tuhan
NAMA
" TULANG RUSUK "
Kisah
penciptaan manusia pertama mengilhami kami menamai retret ini dengan
nama " Tulang Rusuk "
Tuhan
Allah berfirman : " Tidak baik , kalau manusia itu seorang
diri saja . Aku akan menjadikan penolong baginya , yang sepadan
dengan dia . " Lalu Tuhan membuat manusia itu tidur nyenyak
; ketika ia tidur , Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari
padanya , lalu menutup tempat itu dengan daging . Dan dari rusuk
yang di ambil Tuhan Allah dari manusia itu , dibangunnyalah seorang
perempuan , lalu dibawanya kepada manusia itu : " Inilah dia
, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku , Ia akan dinamai
perempuan , sebab ia diambil dari laki - laki " ( Kej. 2 :
18 , 21 - 23 )
Menurut
hemat kami gambaran tulang rusuk dalam kisah penciptaan sungguh
tepat jika digunakan sebagai nama retret ini . Karena berkaitan
langsung dan mendasar dengan hubungan manusia sejak ia diciptakan
sebagai makhluk yang yang tidak sendirian tetapi berpasangan dan
pasangan tersebut adalah pasangan yang sepadan . Karena Tuhan menciptakan
manusia dan perempuan dari tulang rusuk laki - laki maka laki -
laki dan perempuan adalah dua mahluk yang sepadan .
Rm P Jusuf Halim SVD
|