Warning: fopen(countertr.dat) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/renungan/public_html/tulangrusuk.php on line 50

Warning: fputs(): supplied argument is not a valid stream resource in /home/renungan/public_html/tulangrusuk.php on line 51
62

Kesejahteraan Dalam Perkawinan adalah

Bersama sama mengucapkan syukur pada Allah yang telah mempersatukan anda berdua
Bersama sama mengerti dan mengaku bahwa segala sesuatu yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.
Dan ingatlah selalu bahwa sifat yang diinginkan partner anda adalah cinta kasih dan kesetiaan.
Saling dahulu mendahului untuk membahagiakan


Sebagai perwujudan atas peran serta dalam gereja local . Kami melibatkan diri dalam kerasulan kategorial khususnya untuk keluarga . Retret ini dinamakan Retret Tulang Rusuk . Nama retret ini di ilhami oleh Kitab Suci Khususnya Perjanjian Lama , Kitab kejadian : " Ketika ia tidur Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya , lalu menutup tempat itu dengan daging . Dan dari rusuk yang diambil lalu berkata kepada manusia itu : " inilah Dia Tulang dari tulangku dan daging dari dagingku , Ia namakan perempuan sebab ia diambil dari laki - laki " ( Kejadian 2 : 21 ) . Dari ayat ini muncullah motto retret sebagai berikut :
Pria :
Inilah dia tulang dari tulangku , daging dari dagingku . Engkau dinamai perempuan karena engkau diambil dari Rusukku .
Wanita :
Inilah dia aku bukan pembantu , aku bukan babu , aku penolongmu yang sepadan . Aku dinamai perempuan karena aku diambil dari rusukmu .

Dengan motto diatas mau mengatakan bahwa setiap pasangan harus saling menghargai satu sama lain karena ke duanya memiliki derajat yang sama .


Latar Belakang Munculnya Retret

Tahun 1994 kami diutus oleh Serikat Sabda Allah ke Sydney , Australia untuk mendalami Bahasa Inggris . Sebagai orang yang tertahbis dan khususnya sebagai sebagai anggota Serikat Sabda Allah kami terpanggil untuk melakukan tugas missioner kegembalaan seperti dikatakan dalam konstitusi SVD No. 102 " Barang siapa menjadi anggota Serikat kita , harus siap untuk pergi kemana saja pembesar mengutusnya guna menunaikan tugas missioner kita , juga bila hal ini meminta ia meninggalkan tanah air , bahasa ibu dan lingkungkungan kebudayaannya " . Selain study kami menjadi pastor pembantu di Paroki Kingaroy .

Di Paroki Kingaroy ini suatu kesempatan kami diminta oleh kelompok umat ( pasutri ) yang berasal dari Indonesia untuk menjadi pembimbing retret mereka . Tujuan dan hasil retret yang di inginkan mereka yakni mempererat dan memperteguh kembali tali perkawinan yang pernah di ikrarkan pada waktu menerima Sakremen Perkawinan di depan altar suci . Waktu itu retret dibuat sedemikian rupa dengan mendengarkan musik dan lagu Rohani mengenai perkawinan . Tujuannya untuk membangkitkan kembali kenangan / nostalgia mereka akan perkawinan suci yang telah dilewati . Retret semacam ini kami adakan beberapa kali dan menurut hemat kami ternyata cukup efektif . Para pasutri lewat musik dan lagu dapat masuk ke dalam nostalgia hubungan mereka . Bukan hanya hubungan antara berdua ( suami - istri ) tetapi juga hubungan dalam keluarga ; anak-orang tua , orang tua-menantu dan sebagainya . Dalam nostalgia tersebut tidak hanya hal yang indah saja yang muncul tetapi juga luka batin yang mereka alami , pengaruh perubahan yang sedemikian pesat di segala aspek kehidupan ekonomi , social , budaya yang menimpa kehidupan keluarga .

Berangkat dari pengalaman ini kami melihat bahwa nampaknya sebagian besar masalah yang dihadapi umat di paroki dalam gereja local langsung atau tidak langsung selalu berkaitan erat dengan keluarga khususnya relasi dalam keluarga . Persoalan social - ekonomi politik selalu membawa dampak positif / negatif bagi keluarga , khususnya dalam relasi antar anggota keluarga . Karena itu menurut kami unsure relasi dalam keluarga memainkan peran yang sangat penting , khususnya relasi antar suami dan istri . Keluarga pertama - tama terbentuk karena adanya komitmen dua orang manusia , pria dan wanita , untuk saling setia sebagai suami - istri sampai akhir hayatnya . Dari relasi suami - istri inilah kemudian dibangun relasi anak dengan orang tua . Relasi anak dengan orang tua sebagian besar ditentukan oleh keteguhan dan keharmonisan relasi ayah - ibu ( pasutri )

Contoh : luka batin yang diderita seorang anak banyak sekali terjadi karena orang tua ( relasi ayah - ibu yang kurang harmonis )

Untuk itulah kami sebagai Anggota Serikat Sabda Allah merasa terpanggil untuk menempatkan pelayanan keluarga , khususnya pasangan suami-istri , sebagai kebutuhan yang cukup mendesak mengingat pasutri memegang peranan vital dalam kehidupan gereja ( bdk. Konstitusi SVD No. 102.1 ) karena itu setelah kembali ke tanah air dan mendapat tugas baru sebagai ekonom , disela - sela rutinitas kesibukkan , kami berusaha tetap menaruh perhatian pada pembentukan keluarga - keluarga Kristiani sejati lewat retret ( bdk. Konstitusi SVD No. 109.1 ) Retret ini telah kami mulai pada tahun 1995 kepada pasutri Jakarta .

Retret Tulang Rusuk merupakan retret biasa , sama seperti retret - retret lain yang dibuat orang , yakni mengambil waktu khusus menyepi dengan tujuan melihat kembali seluruh perjalannan hidup , merenungkan dan merefleksinya lalu membuat suatu niat yang baik untuk kehidupan selanjutnya ke depan .


Retret pada umumnya

Retret Tulang rusuk merupakan retret biasa , sama seperti retret - retret lain yang dibuat orang , yakni mengambil waktu khusus untuk menyepi dengan tujuan melihat kembali perjalanan hidup , merenungkan dan merefleksinya lalu membuat suatu niat yang baik untuk kehidupan selanjutnya ke depan .

Sasaran dan Tujuan Retret Tulang Rusuk

Sasaran Retret Tulang Rusuk adalah keluarga , khususnya pasangan suami-istri . Mereka diajak kembali melihat ke belakang disaat mengucapkan janji perkawinan di hadapan Allah , saksi dan sesama : " Baik dalam untung dan malang , sakit dan sehat , kami tetap bersedia saling mencintai sampai akhir hayat " Kenangan akan janji suci inilah yang kami coba angkat dalam retret Tulang Rusuk. Caranya yakni dengan memohon pertolongan Tuhan supaya mengutus dan membiarkan Roh Kudus-Nya berkarya , membuka hati, membangkitkan dan menyadarkan kembali segala sesuatu yang berhubungan dengan relasi emosional mereka ( nostalgia kenangan indah, pahit, sakit, dst )

Kemudian dari tahap ini mereka diajak untuk berani mengungkapkan perasaannya secara jujur , apa adanya lewat pelbagai cara seperti : doa - doa dan aktifitas lainya selama retret .

Dari situ diharapkan bahwa kesulitan relasi suami istri terbuka lagi dan kebekuan hati dan perasaan tercairkan , sehingga boleh mengalami kedamaian dan kegembiraan . Dalam suasana kegembiraan dan kedamaian ini mereka meneguhkan kembali janji setia perkawinan dan pembaharuinya di hadapan Allah . Penekanannya pada peningkatan , perbaikan relasi siritual - emosional . Dengan kata lain agar pasangan suami-istri mengalami suatu penyembuhan spiritual didalam relasi kehidupan perkawinan dan keluarganya atas dasar pergumulannya dengan firman dan sentuhan Tuhan

NAMA " TULANG RUSUK "

Kisah penciptaan manusia pertama mengilhami kami menamai retret ini dengan nama " Tulang Rusuk "

Tuhan Allah berfirman : " Tidak baik , kalau manusia itu seorang diri saja . Aku akan menjadikan penolong baginya , yang sepadan dengan dia . " Lalu Tuhan membuat manusia itu tidur nyenyak ; ketika ia tidur , Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya , lalu menutup tempat itu dengan daging . Dan dari rusuk yang di ambil Tuhan Allah dari manusia itu , dibangunnyalah seorang perempuan , lalu dibawanya kepada manusia itu : " Inilah dia , tulang dari tulangku dan daging dari dagingku , Ia akan dinamai perempuan , sebab ia diambil dari laki - laki " ( Kej. 2 : 18 , 21 - 23 )

Menurut hemat kami gambaran tulang rusuk dalam kisah penciptaan sungguh tepat jika digunakan sebagai nama retret ini . Karena berkaitan langsung dan mendasar dengan hubungan manusia sejak ia diciptakan sebagai makhluk yang yang tidak sendirian tetapi berpasangan dan pasangan tersebut adalah pasangan yang sepadan . Karena Tuhan menciptakan manusia dan perempuan dari tulang rusuk laki - laki maka laki - laki dan perempuan adalah dua mahluk yang sepadan .


Rm P Jusuf Halim SVD