DOA BAPA KAMI
Doa penuh iman dari umat Allah
itulah yang membuka pintu aliran kuasaNya yang dahsyat. Doa penuh
iman dari kitalah yang mempersiapkan dan membuka jalan bagi Tuhan
agar kehendakNya terjadi di bumi seperti di sorga.
Jika Anda merasa belum pernah
berdoa seperti itu, renungkanlah. Anda dan saya seringkali mendoakan
hal ini tanpa menyadari dan memahaminya, bahwa sebenarnya kita
telah menikkan suatu doa yang penuh kuasa, doa profetik yang setiap
saat kita doakan, dan yang dalam Injil Matius 6:9-13 disebut "Doa
Bapa Kami". Doa yang diajarkan Yesus dan telah berabad-abad
diucapkan oleh umatNya ini memang sepintas tampaknya sangat sederhana.
Tetapi sebenarnya inilah doa yang sempurna yang mencakup seluruh
elemen yang dibutuhkan untuk menggenapi seluruh rencana Allah.
Yesus berkata, satu-satunya
alasan tentang kehdiranNya adalah untuk melakukan kehendak Allah
Bapa (Ibrani 10:7). Sehingga tidaklah mengherankan, ketika para
muridNya mohon agar Dia mengajari mereka berdoa. Ia mengajarkan
kepada mereka doa yang dibutuhkan untuk penggenapan seluruh kehendak
Allah. Karena itu, hendaknya kita tidak terkejut, bahwa di dalam
doa yang tampaknya sederhana ini, ditemukan begitu banyak pewahyuan
yang menakjubkan, melebihi apa yang kita lihat dan pikirkan. Naikkanlah
doa ini dengan penuh iman, maka kita akan melihat kuasa Allah
yang luar biasa dinyatakan.
"BAPA KAMI YANG DI
SORGA, DIKUDUSKANLAH NAMAMU"
Yesus mengawali doaNya dengan
dua kata yang sederhana: Bapa Kami. Dalam hal ini, Ia membuat
suatu pernyataan awal bagi kita yang telah mengalami kelahiran
baru sebagai anak-anak Allah. Ia menyatakan kita sebagai anak-anak
Allah sebagaimana Ia adalah Anak Allah. Ia memanggil kita saudara
saudariNya, yang dilahirkan dari Allah Bapa, sama seperti Dia.
Di dalam dua kata ini, Yesus sebenarnya memproklamirkan bahwa
kita memiliki warisan rohani yang sama dengan Dia.
Di dalam dunia natural, jika
orang tua memiliki dua orang anak, maka anak-anak itu mungkin
memiliki perilaku yang berbeda, yang seorang mungkin lebih mirip
dengan orang tuanya. Tetapi secara genetic, mereka sama-sama berasal
dari satu sumber. Kedua orang anak itu tetap keturunan ayahnya.
Ketika Yesus berkata, "Bapa
Kami", Ia berdoa bahwa kita semua yang adalah anak-anak Allah
memiliki benih kesempurnaan yang sama di dalam diri kita seperti
yang dimiliki Yesus. Kita dilahirkan dari satu gen yang sama dengan
Yesus. Kita memiliki kapasitas untuk menjadi seperti Yesus. Karena
di dalam diri kita terdapat sumber kehdupan kekal yang tidak tergoncangkan
! Seperti 1 Petrus 1:23 berkata bahwa kita "
telah dilahirkan
kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak
fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal."
Lebih dari pada itu, benih yang ada di dalam diri kita telah dikuduskan,
benih yang suci. Benih itu murni, sempurna dan tanpa cacat seperti
Bapa sorgawi kita. Kita memiliki kapasitas untuk menjadi seperti
itu, ketika kita "bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia,
Kristus
." (Efesus 4:15).
Nama Allah adalah kudus dan
tanpa cacat dan kepada kita telah diberikan namaNya (Efesus 3:14-15).
Allah Bapa sorgawi kita ingin menyatakan kuasa dan kekudusan dari
namaNya di dalam diri kita. KehendakNya adalah agar kita mengolah
benih ilahi yang ada di dalam diri kita sampai kita mencapai suatu
titik kematangan di dalam Yesus. Inilah takdir ilahi yang sebenarnya
dari setiap anak Allah. Yesus telah mengucapkanNya dalam kalimat
pertama dari doaNya : "Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah
namaMu".
"DATANGLAH KERAJAANMU,
JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DI SORGA"
Kehendak Allah, Bapa sorgawi
kita adalah agar kita mencapai "tanah perjanjian" yang
telah kita warisi di dalam Kristus Yesus. Memang tampaknya sulit
bagi kita untuk mencapai "tanah perjanjian" jika bukan
karena kata-kata berikutnya dalam doa Yesus, "datanglah KerajaanMu,
jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga". Ketika mengucapkan
kalimat doa ini, Yesus memohon kepada Allah Bapa untuk menggunakan
kuasaNya sebagai raja. Ia memohon kepada Allah untuk menggunakan
otoritas dan dominasiNya sehingga maksud dan tujuan kekalNya dapat
digenapi di bumi seperti di sorga.
Apakah maksud dan tujuan kekal
Allah ? Dalam Efesus 1:10-11 dikatakan bahwa Allah merencanakan
"sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di
dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga
maupun yang di bumi
di dalam Kristus, karena di dalamDialah
kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan
untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di
dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya".
Sebelum Yesus kembali ke bumi,
dalam siklus waktu akhir jaman ini, Allah merencanakan untuk memanifestasikan
pencurahan RohNya atas umatNya di bumi yang akan menggenapi maksud
dan tujuanNya untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus
dan membawa kita semua menuju kepada "kegenapan waktu"
untuk dipersatukan di dalam Kristus Yesus. Sebelum masuk
ke masa "kegenapan waktu", kita sekarang ini berada
di dalam masa pemulihan, di mana Allah akan membimbing kita untuk
bertumbuh ke arah tingkatan kerohanian yang sempurna sebagai anak-anakNya.
Allah akan memperbaiki posisi rohani kita sebagai tentara-tentaraNya
yang 100% berkemenangan. Allah akan memampukan kita untuk merebut
kembali apapun yang telah dicuri setan dari hidup kita. Allah
akan mengaruniai kita pikiran jernih, Allah akan memampukan kita
membedakan ajaran yang benar dan yang tidak benar.
Jadi semakin sering kita mengucapkan
dengan penuh iman kalimat doa Yesus di atas, semakin dekatlah
kita dengan "kegenapan waktu" - pengangkatan bagi mempelai
wanitaNya,
semakin dekatlah kita dengan perjamuan kawin
Anak Domba - persatuan antara segala sesuatu yang di sorga dan
di bumi, ketika Yesus Kristus sebagai Kepala dan gerejaNya akan
memerintah selama-lamanya.
"BERIKANLAH KAMI PADA
HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA"
Kalimat doa singkat di atas,
nampaknya hanyalah permohonan sederhana kepada Allah untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusiawi kita sehari-hari. Tetapi sebenarnya,
jika kita letakkan dalam hubungan kata-kata doa yang dianikkan
Yesus mengandung arti yang lebih dalam - suatu permohonan agar
Allah memenuhi apapun yang kita butuhkan setiap hari dengan tujuan
agar kita dapat menggenapi rencanaNya yang abadi bagi kita. Merupakan
suatu petisi bagi hal-hal yang harus kita miliki - pewahyuan,
hikmat, pemenuhan kebutuhan rohani untuk melanjutkan langkah menuju
takdir ilahi kita.
Tidak secara instant, citra
kita diubahkan menjadi seperti yesus. Kita tidak bertumbuh melekat
kepada Dia hanya dalam semalam saja. Suatu proses tranformasi
selalu membutuhkan waktu. Dan proses itu, setiap hari membutuhkan
impartasi Allah. Kalimat doa di atas menunjukkan, adanya sesuatu
yang kita butuhkan hari ini untuk mempersiapkan hari esok - menyatakan
bahwa setiap hari kita membangun masa depan di dalam Allah. Kita
bergerak dari iman menuju kepada iman (Roma 1:17) dan dari kemuliaan
menuju kemuliaan (2 Korintus 3:18).
Setiap hari kita butuh sesuatu
dari Allah, sehingga kita bisa membangun hari-hari esok di atas
hari-hari kemarin. Secara terus menerus, saat menerima kemurahanNya
setiap hari, citra kita diubahkan menjadi seperti Yesus. Setiap
hari kita menjadi lebih dan lebih lagi seperti Dia di dalam segala
jalan kehidupan kita. Makin hari, ketika kita membutuhkannya,
kita makin mampu mendapatkan apa yang dibutuhkanNya. Ia tidak
pernah sakit, selalu sehat. Ia selalu berkelimpahan. Ia selalu
ada dalam damai. Ia selalu mendapatkan semua itu ? Tidak, Ia memohon
kepada Allah Bapa dan memperoleh semuanya itu lebih dari kita
karena Ia memilii keterikatan yang sempurna dengan Allah Bapa.
Yesus memahami, kemampuanNya untuk mendapatkan semua itu berasal
dari Allah, karena itu tidak ada doaNya yang tidak dikabulkan
Allah.Ia selalu menerima apa yang dibutuhkanNya.
Yesus ingin kita melakukan
hal yang sama denganNya. Kita mampu melakukannya, jika kita memelihara
hubungan dengan Dia - menerima dariNya hari ini untuk mempersiapkan
hari esok ( Yohanes 15:7). Sehingga kita tidak perlu kuatir akan
hari esok - selalu berada di tempat dan waktu yang tepat. Dan
setiap hari, kita akan berada satu langkah lebih dekat kepada
sasaran kita, yaitu penggenapan rencana Allah Bapa yang abadi
bagi kita.
"DAN AMPUNILAH KAMI
AKAN KESALAHAN KAMI, SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH
KEPADA KAMI, DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN, TETAPI
LEPASKANLAH KAMI DARI PADA YANG JAHAT"
Kembali kita melihat bagaimana
Yesus berdoa lebih lanjut tentang konsep pengampunan Allah bagi
kita dan pengampunan kita terhadap sesama atas berbagai macam
jenis kesalahan manusiawi kita. Ia berdoa tentang rencana penebusan.
Penebusan yang Ia bawa bagi kita melalui darahNya yang tercurah
adalah puncak tindakan pengampunan dosa - pelunasan hutang. Yesus
memberikan kepada kita kemerdekaan abadi dari belenggu dan hukuman
atas semua kesalahan, kegagalan dan kekalahan moril kita. Ia memberikan
kepada kita kedudukan yang sama di hadapan Allah Bapa, tanpa kita
harus membayar apapun.
Kalimat berikutnya, mengajarkan
kita bahwa Allah sanggup mengeluarkan kita dari pencobaan dan
membawa kita ke tempat yang aman dari kejahatan. Allah sanggup
membawa umatNya berkemenangan dalam melewati setiap pencobaan,
kesengsaraan, dan penganiayaan. Ketika Allah membawa kita masuk
ke dalam kesengsaraan, saat itu juga Ia telah siap untuk mengangkat
kita. Ketika iblis membawa kesengsaraan bagi kita, ia menghancurkan
dirinya sendiri. Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Allah
tidak pernah menjadi sumber pencobaan bagi kita (Yakobus 1:13),
tetapi, Ia akan memimpin kita untuk melewatinya. Itulah sebabnya
yakobus 1:2, mengatakan agar kita menganggap berbagai pencobaan
dalam hidup kita sebagai suatu kebahagiaan. Belajar mempercayai
Allah dalam berbagai pencobaan adalah bagian dari pendewasaan
kita, dan saat pencobaan datang, kita yakin bahwa Allah akan membawa
kita melewatinya.
Tetapi, Yesus tidak hanya
berdoa agar Allah membawa kita keluar dari setiap pencobaan dengan
kemenangan. Ia mohon agar Allah menghindarkan kita dari pencobaan
dan melepaskan kita dari yang jahat, sepertinya Ia memohonkan
suatu "pelarian" bagi kita. Mengapa ? Karena Yesus berdoa
bagai penggenapan puncak dari segala sesuatu. Ia melihat jauh
ke depan dan berdoa tentang hari Pengangkatan - pelarian terbesar
! Yesus berdoa bagi akhir dari suatu proses, Ia berkata : "Bapa,
berikanlah kedewasaan penuh bagi anak-anakMu, sehingga kami layak
tinggal bersama Engkau !" Yakobus menyatakan tingkat kedewasaan
ini kita peroleh ketika kita menjadi "sempuna dan untuk dan
tak kekurangan suatu apapun" (Yakobus 1:4). Inilah tingkatan
di mana kita benar-benar sesuai dengan citra Kristus - siap menjadi
mempelai wanitaNya yang tidak bercacat dan tidak bercela !
"KARENA ENGKAULAH
YANG EMPUNYA KERAJAAN DAN KUASA DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA.
AMIN"
Sejak manusia jatuh ke dalam
dosa di Taman Eden, mereka harus melalui berbagai macam pencobaan
untuk menggenapi rencana dan tujuan abadi Allah Bapa bagi diri
mereka. Sepanjang 6000 tahun sejarah kehidupan umat manusia telah
diserang oleh iblis melalui berbagai macam godaan. Dan Allah selalu
membebaskan umatNya dari pencobaan-pencobaan itu dan memberikan
suatu kemenangan bagi umatNya, jika kita mengijinkan Dia melakukan
hal itu. Tetapi dalam doaNya, Yesus berdoa bagi suatu proses akhir
perjalanan hidup umat Allah. Yesus mau kita menang sampai akhir,
di mana untuk mencapai kemenangan akhir ini kita harus sampai
terlebih dulu pada suatu tingkat kedewasaan - kematangan rohani
yang sempurna, utuh, dan tak kekurangan sesuatu apapun (Yakobus
1:4). Pertanyaannya : bagaimana kita dapat mencapai tingkatan
itu ?
Kesempurnaan rohani hanya
dapat kita capai, jika kita mengijinkan Allah Bapa yang memiliki
kuasa dan otoritas seorang Raja menyelesaikan pekerjaan yang telah
dimulaiNya dengan sangat baik di dalam diri kita. Ia memiliki
kuasa sempurna untuk menyelesaikan pekerjaanNya. Kata "kuasa"
dalam doa Yesus ini bukan saja memiliki kuasa untuk melakukan
sesuatu, tetapi jika ia tidak memiliki kemauan, ia tidak akan
melakukannya.
Raja kita, bagaimanapun, Ia
tidak hanya memiliki kuasa untuk mewujudkan penggenapan rencanaNya
di dalam kita - Ia memiliki kemauan untuk melakukannya ! Ia memiliki
wilayah, kekuasaan dan otoritas. Dan, Ia juga memiliki kemuliaan
yang dibutuhkan utnuk menyelesaikan pekerjaan. Seorang hamba Tuhan
berkata, kata "kemuliaan" adalah suatu perwujudan keagungan
yang sempurna yang menjadi bagian bagi siapapun yang "tinggal"
di dalam Allah.
Sangat menakjubkan, di dalam
doaNya, Yesus mengucapkan pengakuan imanNya di dalam kuasa Allah
untuk membawa kita masuk ke dalam perwujudan keagungan yang sempurna.
Inilah tujuan ilahi kita di dalam Dia ! Bukan hanya sementara,
tetapi
sampai kesudahan jaman dan bahkan kekal selama-lamanya.
Itulah doa yang diajarkan
Yesus bagi kita. Itulah yang Ia inginkan untuk kita percayai.
Dan kita memiliki keyakinan bahwa Ia juga dapat menggenapi doaNya
di dalam hidup kita. Mulai hari ini, kita tahu bahwa kita dapat
menaikkan "Doa Bapa Kami" di dalam iman dan dengan yakin
mengucapkan - Amin dan Amin !